Apakah aku atau kamu kah yang berubah?
Tapi aku mulai merindukan kita yang dulu
Ketika aku dan kamu masih menjadi kita
Ketika tak ada yang lain selain aku
Ketika hanya kamu yang selalu ada di mimpiku
Ketika semua itu berubah, maka kita pun lebur menghilang dalam waktu
Dan kembali menjadi aku
Aku tanpa kita
ini adalah tulisan-tulisanku yang sudah pernah dipublikasikan maupun yang hanya tersimpan di almari kehidupanku. aku menulisnya dengan segenap hati....
Friday, November 28, 2014
Aku Tanpa Kita
Sunday, November 16, 2014
Aku Istimewa
Karena aku istimewa, maka aku tak mau jadi yang ke-2.
Karena aku berharga, maka aku ingin selalu kau jaga.
Karena aku tak sanggup jadi yang ke-2, maupun merasa tak berharga.
Saturday, November 15, 2014
SERIBU
Seribu bintang tak kan menggantimu
Seribu kepakan merpati tak kan membawaku padamu
Seribu musim hujan berlalu
Aku masih belum bisa mendekapmu
Mungkin memang aku hanya bisa menyimpanmu di hatiku
11 nov 2014
Wednesday, January 09, 2013
Cinta yang Sempurna
Karena waktu tak dapat diputar kembali
Dia akan terus berjalan seiring dengan berlalunya mentari
menuju peraduannya
Maka cintailah orang lain sebagaimana engkau mencintai
dirimu
Karena cinta sejati bersumber dari rasa cinta terhadap diri
sendiri
Bagaimana kamu akan mencintai orang lain jikalau dirimu
sendiri tak kau cintai, tak kau sayangi…
Cintailah dirimu selama masih ada waktu
Cintailah orang lain selama waktu masih berputar
Jangan sesali cinta yang telah lampau
Karena sesungguhnya tak ada cinta yang sia-sia
Semua akan terpatri di waktu yang telah berjalan
Meninggalkan jejak warna-warni layaknya pelukis sedang
menggoreskan kuasnya
Sebagaimana dirimu tak sempurna, begitu pun orang lain
Cinta lah yang membuat sempurna
Saturday, January 19, 2008
RINDU CYNTHIA
Aku tidak
menyangka akan mendengar lagi lagu ini. Terutama di tempat yang tidak pernah
terbayangkan. Komplek pemakaman. Ya, saat ini aku sedang berada di komplek
pemakaman di selatan kota
Jogja dengan seikat bunga segar berada di tanganku. Saat melewati mobil Honda
Jazz silver lagu Dealova-nya Once terdengar dari dalam mobil yang terparkir di
komplek tersebut.
Jendela mobil
yang terbuka membuatku bisa dengan jelas mendengar lagu itu. “Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa
kau rindu.… Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu.
Seperti udara yang ‘ku hela, kau selalu ada. Hanya dirimu yang membuatku
tenang. Tanpa dirimu kumerasa hilang dan sepi…”
Ingatanku
kembali pada dua tahun yang lalu saat awal bekerja di kota gudeg ini. Aku masih bisa dengan jelas
mengingat aroma tubuhnya. Tanganku juga masih merekam genggaman tangannya yang
erat kala aku berjalan disampingnya. Aku benar-benar masih merindukannya.
Merindukan Reno.
Saat itu dia dan
aku bekerja di kantor yang sama. Aku di bagian keuangan, dia bagian pemasaran.
Kedekatan kami terjadi karena sebagai kepala bagian pemasaran dia sering
berdiskusi denganku mengenai perkiraan harga barang yang kantor kami produksi.
Mulanya hanya
makan siang bersama teman-teman kantor juga, tapi lalu berlanjut ke makan malam
yang hanya berdua saja.
“Cynthia, nanti
malam ada acara? Aku ingin mengajakmu makan malam di luar.”
Saat itu aku
begitu kaget dengan ajakan Reno
dan tanpa sadar kepalaku malah mengangguk. Jadilah malam itu jam tujuh tepat
dia sudah menunggu di pintu pagar kost-ku. Reno memakai kemeja warna merah marun dan
jeans hitam. Aku sungguh mengagumi penampilannya malam itu. Kulitnya yang
putih, kalau tidak mau dikatakan pucat, begitu kontras dengan warna kemejanya.
Malam itu ternyata
menjadi saat pertama dan terakhir bagiku untuk bisa makan malam berdua. Karena
seminggu setelah itu Reno
masuk rumah sakit. Kejadiannya begitu tiba-tiba karena Reno ditemukan pingsan di ruang arsip dan
segera dilarikan ke rumah sakit. Teman-teman yang tahu aku dekat dengan Reno langsung memintaku untuk ikut mengantar Reno dalam mobil ambulans.
Hatiku saat itu
begitu kalut dan pada saat itulah aku menyadari bahwa ternyata aku sudah sejak
lama mencintai dia. Aku dapat begitu dengan mudah mengingat setiap detil dari
dirinya. Cara dia berjalan, tatapan matanya kala menatapku, aroma tubuhnya
setiap kali selesai bermain badminton dengan teman kantor. Semuanya begitu
jelas terekam di otakku.
Dokter
mengatakan bahwa Reno
terkena penyakit kanker darah atau Leukimia. Hal ini diketahui dokter rumah
sakit setelah mengontak rumah sakit di Jakarta
tempat Reno
biasanya menjalani perawatan radiasi. Sudah setahun ini Reno tidak pernah menjalani perawatan lagi.
Memang Reno termasuk karyawan yang rajin. Cutinya dalam setahun ini masih
banyak tersisa, alias tidak pernah diambil.
Hari itu juga
keluarga Reno dari Jakarta mulai berdatangan. Aku tidak pernah
tahu bahwa keluarga Reno ada di Jakarta, bahkan aku tidak
tahu kalau mereka termasuk keluarga pejabat. Aku cuma tahu Reno yang tinggi, putih, bermata jenaka, dan
sederhana yang tinggal di kost daerah Gedong Kuning, bersama anak-anak
mahasiswa.
Ibu Reno begitu
melihatku langsung menghampiriku.
“Oooh, jadi ini
yang namanya Cynthia. Gara-gara kamu, anak laki-laki saya satu-satunya bisa
mati! Sudah satu tahun ini kami sekeluarga mencari dia kemana-mana,” cecar ibu Reno.
“Pasti
karena ketemu kamu dia jadi tidak mau pulang ke Jakarta!”
“Sudahlah,
Bu. Ini di rumah sakit. Sebaiknya kita segera mencari dokter yang merawat Reno,” ajak seorang perempuan yang kemudian aku ketahui
sebagai adik Reno.
Penyakit
Reno yang parah membuatnya dalam keadaan koma selama seminggu. Pada hari ke
enam semenjak Reno
memasuki masa koma, seorang temannya memberiku sebuah CD. Katanya Reno yang
menitipkan padanya dan menyuruh memberikan padaku jika suatu saat dia masuk
rumah sakit dan tak sadarkan diri.
Aku
langsung lari ke toko kaset terdekat dari rumah sakit dan meminjam alat pemutar
CD dan begitu headphone aku taruh di kepala, aku mendengar suara Reno.
“Cynthia
sayang, jika aku boleh memanggilmu seperti itu, saat ini pasti aku sedang dalam
keadaan tak sadar sehingga kamu bisa mendapat CD ini. Sayangku, maafkan aku
jika tidak pernah menceritakan tentang penyakitku padamu. Aku cuma tidak ingin
membuatmu khawatir, apalagi aku baru mengenalmu selama 6 bulan. Aku tidak ingin
membebanimu dengan masalahku.
Cyn,
sejak pertama aku mulai bekerja di kantor kita ini, aku sudah terpesona padamu.
Kamu begitu anggun, lembut, tapi juga sekaligus tegas. Aku mengagumi kepribadianmu
yang sederhana. Sangat berbeda dengan keadaan keluargaku. Tapi justru itu yang
membuatku tertarik padamu.
Mungkin
aku memang tidak punya keberanian untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu,
sehingga membuat CD ini untukmu. Tapi yakinlah bahwa kehadiranmu di sisiku saat
ini sudah sangat membuatku merasakan hidup yang sesungguhnya.
Diagnosis
dokter enam bulan yang lalu membuatku ingin melupakan segalanya. Kemudian aku
lari dari Jakarta,
meninggalkan keluargaku. Aku ingin menjalani kehidupan lain, dan saat itulah
aku bertemu dengan dirimu. Aku mulai merasakan semangat hidup lagi. Aku ingin
selalu berada disisimu, menjalani hidup bersamamu.
Mungkin
aku harus kalah oleh penyakit ini. Aku harus terbaring di rumah sakit dan tak
menyadari kehadiranmu lagi. Sebelum aku mulai tak bisa merasakan segalanya,
maukah kamu menggenggam tanganku apabila kamu menerima perasaanku ini? Tapi
apabila kamu hanya menganggapku sebagai teman biasa, cukuplah CD ini kau buang
di tempat sampah. Aku akan pergi dengan damai bagaimanapun perasaanmu padaku.
Cynthia
sayang, aku akan selalu merindukanmu. Terima kasih atas semua pelajaran hidup
yang pernah aku rasakan saat bersamamu. Aku, Reno, akan mencintaimu selalu.”
Begitu
headphone kulepaskan dari kepala, lagu Dealova terdengar di ruangan.
“Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa
kau rindu.… Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu.
Iya,
Reno, aku
mencintaimu dan akan selalu merindukanmu. Aku langsung berlari ke rumah sakit.
Tanpa mempedulikan ibu Reno yang memandangku
dengan tatapan sinis, aku menggenggam tangan Reno dan kubisikkan di telinganya bahwa aku
juga mencintainya. Keesokan harinya Reno
meninggal dengan tenang.
Untuk
melupakan kenangan pahit itu aku pindah ke Jakarta. Namun, tahun ini aku begitu ingin ke
Jogja dan ternyata Reno
‘menyambutku’ dengan lagu itu. Sesaat aku bergeming. Sebuah tangan tiba-tiba
merangkul pundakku.
“Ayo,
Cynthia. Kita harus ke makam Reno
untuk meminta restu darinya.”
Itu adalah Andi. Dia adalah
lelaki yang mencoba menghilangkan luka di hatiku, bahkan dia pula yang
mengajakku ke Jogja. Dia dapat merasakan bahwa Reno masih berarti di hidupku.
Aku
menoleh ke samping dan memandang wajahnya. Tak ada alasan bagiku untuk takut
mencintai Andi. Aku hanya takut merasakan rasa kehilangan lagi. Sudah dua tahun
berlalu. Aku harus melupakan luka itu dan tetap mengenang Reno di hatiku.
Tanganku
menggenggam tangan Andi dan kami menuju ke makam Reno. Akan aku tinggalkan semua lukaku di sana dan menjalani hidup
baru bersama Andi. Aku yakin Reno
juga menginginkan aku bahagia.
*Christie Nathalia*
(19 January 2008)
Monday, October 22, 2007
Kemana Tuhan ketika banyak hal buruk terjadi di dunia?
NT tersayang,
Pembicaraan kita semalam menimbulkan banyak pertanyaan di hatiku.
Kenapa banyak hal buruk terjadi di dunia? Kemana Tuhan ketika ada banyak
ketidakadilan? Apakah Tuhan sedang tidur ketika terjadi banyak bencana
alam di Indonesia? Dan seterus.... Begitu banyak pertanyaan.
Dari hasil permenunganku... Tuhan membiarkan itu semua terjadi
karena kita adalah manusia. Manusia yang tercipta dengan segala
ketidaksempurnaan dan juga kehendak bebas. Tuhan telah menciptakan alam
raya ini dengan segala isinya. Tumbuhan, binatang, manusia. Hmmm...
kalau bencana alam terjadi dan mengenai orang-orang baik juga (bukan
hanya orang jahat) itu karena hukum alam. Yah... hukum alam. Hukum alam
tidak memandang orang itu baik atau jahat. Gunung meletus ya meletus
saja. Gempa bumi terjadi ya terjadi saja. Akibat yang dirasakan tidak
pandang bulu.
Bencana alam juga membuat kita sadar bahwa ada hal-hal lain diluar
kemampuan kita sebagai manusia. Ada hal-hal yang tidak dapat kita atur
dan rencanakan. Tuhan juga tidak turun tangan untuk menghentikan bencana
ini, karena itu hukum alam. Sesuatu yang memang seharusnya terjadi.
Tindakan Tuhan dapat kita lihat dari orang-orang yang kemudian saling
bahu membahu untuk membantu para korban bencana. Juga dapat dilihat dari
semangat hidup dan keberanian para korban untuk melanjutkan hidupnya.
Pertanyaannya kemudian adalah... kenapa orang-orang baik juga harus
mengalami penderitaan yang sama dengan orang-orang jahat? Dimana letak
keadilan Tuhan? Kenapa orang-orang harus menderita kalau Tuhan itu ada?
Hmmm.... aku juga ga begitu tahu jawaban yang benar. Tapi dari yang aku
rasakan selama hidupku ini, orang mengalami penderitaan supaya dia bisa
berkembang. Bisa merasakan segala macam perasaan dengan
ketidaksempurnaan dirinya.
Manusia terlahir dengan ketidaksempurnaan. Ketidaksempurnaan tiap
manusia itu berbeda karena kita unik. Aku sendiri bersyukur tidak
dilahirkan jenius, karena dengan begitu aku bisa merasakan betapa
senangnya dapat nilai A. Betapa asyiknya belajar bersama teman kala
menghadapi ujian. Bila aku terlahir jenius, mungkin aku merasa
biasa-biasa saja dapat nilai A, bahkan mungkin stress karena merasa
seharusnya bisa dapat nilai A+. Aku juga mungkin akan menjadi introvert
yang sombong karena tidak merasa memerlukan teman-teman sebagai kelompok
belajar bersama.
Aku juga bersyukur terlahir dengan wajah biasa saja, ga
cantik-cantik amat. Karena dengan begitu aku bisa merasakan hati yang
dag dig dug tidak menentu saat mendengar seseorang yang spesial
mengatakan bahwa aku cantik. Kalau aku terlahir cantik, mungkin aku akan
sangat bosan mendengar orang-orang mengatakan bahwa aku cantik. Aku
bersyukur bisa mengalami perasaan ini.
Aku juga bersyukur terlahir di keluarga yang sederhana. Dimana
untuk membeli sesuatu harus mikir dua tiga kali dulu. Karena dengan
begitu aku bisa merasakan senang saat membeli tas sekolah dari hasil
menabung uang saku. Aku bisa merasakan senangnya gajian saat sudah
bekerja.
Aku bersyukur bisa merasakan segala macam jenis perasaan dan
bertumbuh di dalam kekuranganku sebagai manusia. Dari dulu sampai
sekarang aku tak pernah berhenti berusaha untuk mengambil makna dari
setiap kekurangan yang kualami.
Mengenai kenapa masih ada orang jahat, menurutku karena Tuhan
memberikan kehendak bebas pada kita. Kehendak bebas itu bisa kita
gunakan bahkan untuk menyakiti orang lain, membunuh mereka bahkan. Dan
Tuhan sendiri hanya bisa melihat dari atas dengan pandangan penuh
kasihan melihat kebodohan manusia-manusia ciptaannya. Itulah mengapa
terjadi peristiwa pembuhan G30S, adanya Nazi, adanya terorisme, dll.
Kematian itu menuruku juga diperlukan sebagai proses kita yang
manusiawi. Ada kelahiran, ada kematian.
Segala hal buruk yang menyertai kematian juga adalah sesuatu yang
natural sebagai bagian dari manusia yang dianugrahi kehendak bebas. Bila
hal buruk terjadi, itu karena manusia mempunyai kehendak bebas dan
Tuhan tidak mencegahnya.
Inilah yang dimaksud Tuhan dengan menjadi manusia. Menjadi bebas
untuk menentukan keinginan dan kehendak, dibandingkan hanya sekedar
mengikuti insting. Itu berarti juga adalah mengetahui bahwa beberapa
pilihan ada yang baik, dan ada pilihan yang buruk juga. Tugas kita
adalah untuk mengetahui perbedaan diantara keduanya.
Fiuuhhh.... sepertinya untuk suratku sampai di sini dulu deh. Sudah hampir jam 8. Aku tak nyiap-nyiapin kerjaan dulu ya.
Aku tunggu balesan darimu untuk surat ini.
I love you, always...
Monday, August 27, 2007
pagi bersamamu…
Cakrawala bersemburat biru membuka hari
Awan-awan putih mengapung ringan
Burung-burung gereja bercicip riang
Ingin rasanya aku merebahkan kepalaku
didadamu
sambil menikmati kopi pagi yang manis
dan hangat
Thursday, July 26, 2007
Mencintai FASW
Mencintaimu…
Adalah
seperti berjalan di tengah terik mentari
dan
merasakan angin membelai lembut pipiku
Adalah
ketika aku kembali menemukan
jalan
pulang ke hatiku
Adalah
rasa yang layak dihidupi sepanjang asaku
Mencintaimu…
FASW
Begitu sederhana…
Sunday, July 08, 2007
Kekasihku…
Kekasihku…
Aku mengasihimu dengan semesta jiwa di ragaku
Mengalunkan gita lembut cinta di sanubari,
tatkala ‘ku memanggilmu… kekasihku
Monday, June 04, 2007
Rindu Itu Jahanam
Rindu itu jahanam
Tiba-tiba saja dia menghentakku dari kesadaran
Menampar pipi kesepian dan membuatnya bangun
Menghajar hati yang lemah karena cinta
Membuatnya berdiri lagi…
Karena cinta itu pantas untuk ditunggu
ditemani rasa rindu yang merasuk hingga sum sum
(aku menunggumu di sini.. ditemani rindu
yang jahanam…)
Thursday, May 10, 2007
Sayap Cinta
Aku ingin memelukmu dengan sayap-sayap cintaku…
Membawamu terbang melintasi hembusan semilir angin
Melintasi sungai harapan di pagi hari
Menjumpai mentari senja berkerudung jingga
Tertidur bersama di bawah naungan bintang-bintang
Aku ingin bersamamu selamanya…
(teruntuk kekasih hatiku nun jauh di sana…
cinta itu adalah
sayap..)
Sunday, April 29, 2007
Rinduku
Rinduku
kepadamu ketika senja bersalin malam…
Berhias
gemintang gemerlap menyapa rembulan
Rinduku
kepadamu…
Ketika
sayup terdengar peri malam
Menyenandungkan
pujian cinta semesta
Rinduku
kepadamu…
Ketika
kumengucap, “ Selamat malam. Selamat tidur kekasih hatiku.”
(teruntuk seseorang di nun jauh…)
Monday, January 22, 2007
To All the Girls in the World
Untuk para wanita di seluruh
dunia, hari ini aku ingin berbagi dengan kalian semua. Hehehe…. Tulisan ini
terinspirasi dari banyak hal yang aku lihat hari ini. Mulai dari iklan di
majalah dan koran yang kubaca hari ini, televisi yang kutonton saat makan siang
tadi, dan lagu yang kudengarkan saat menulis tulisan ini. Inspirasi lainnya
terutama dari teman-teman wanitaku yang lain.
Aku agak tergelitik dengan iklan-iklan di media yang setiap harinya
mengembar-gemborkan indahnya kulit putih, berlekuknya tubuh langsing nan seksi,
wajah-wajah cantik polesan make-up
teranyar, dsb. Kita jadi ikut terdorong untuk mengunakan produk-produk
tersebut. Kulit sawo matang ingin kita ubah jadi putih langsat. Tubuh yang
‘berisi’ sedikit sudah buru-buru mau diet. Nggak pede kalau keluar rumah tanpa
ber-make-up ria, minimal pake bedak ‘lah. Rambut hitam indah kita, rasanya pun terlihat membosankan
dibandingkan pirangnya rambut teman kita yang dari Eropa.
Mulai dari kecil kita semua sudah
dicekokin dengan berbagai hal yang membuat rasa self esteem kita rendah. Waktu remaja kita merasa ga pede dengan jerawat yang ada di
wajah, karena semua model-model sampul di majalah remaja berwajah mulus semua.
Hormon kita di masa itu memang membuat
wajah kita mulai timbul jerawat. Model-model itu bisa tampil sempurna karena
polesan make-up dan permainan
teknologi digital camera. Jerawat
yang ada harusnya diterima saja, jangan menjadi beban kita dalam berteman dan
beraktivitas. Itu adalah salah satu proses menjadi dewasa.
Selain jerawat, hal lain yang
dianggap bermasalah adalah apabila kita ga
bisa memakai baju model terbaru. Wah, rasanya banyak teman-temanku yang ga pede kalo harus ke party dengan baju
yang itu-itu aja. Rasa self esteem
kita ditentukan oleh baju yang kita pakai. Harusnya baju itu adalah pelengkap
bagi rasa self esteem kita.
Kenapa sih, para wanita banyak enggak pede dengan penampilan dirinya
apa adanya? Semua sepertinya harus dipoles.
Semua harus sesuai standar yang ditetapkan dunia industri. Semua harus
putih, langsing, berwajah cantik menarik, berpakaian stylish setiap saat (ga
peduli limit kartu kredit sudah mau habis untuk belanja), harus rajin ke salon
untuk merawat diri, dan masih banyak hal lainnya.
Menurutku sih putih itu enggak salah kok. Langsing juga bagus.
Salon juga enak buat tempat rileks setelah seminggu kerja. Tapi….. Nih, ada
tapinya lho! Kita harus punya rasa percaya diri yang tinggi, self esteem yang bagus. Kita ini para
wanita sudah cantik lho dengan segala
yang ada di diri kita.
Apa yang ada di dalam diri kita
itu jauh lebih indah dan cantik dibandingkan segala penampilan luar kita. Apa
yang ada di dalam diri kita, rasa penghargaan kita terhadap diri sendiri,
adalah jauh lebih penting daripada perhargaan orang lain terhadap kita.
Terserah orang lain mau bilang kita jerawatan kek, ga putih kek, rambut keriting kek. So
what gitu, lho! Yang terpenting adalah kita mempunyai penilaian yang baik
terhadap diri kita sendiri.
Jadi… untuk semua wanita di
seluruh dunia, aku ingin mengajak kalian semua untuk mulai menerima diri
sendiri apa adanya, menyadari bahwa kita semua cantik. Kecantikan yang unik,
karena setiap pribadi diciptakan berbeda oleh Tuhan. Apa yang ada di dalammu,
di dalam hatimu, adalah kecantikanmu yang sesungguhnya. Kecantikan kita
masing-masing tentu berbeda dengan yang lainnya. Sekali lagi… itu karena kita
unik, satu-satunya di dunia ini. Ga
ada wanita lain yang tercipta sama persis seperti kalian. So, be proud of yourself! You are all beautiful, girls!
*Christie Nathalia*
22/01/2007
Friday, January 05, 2007
FREE YOUR MIND IN 2007
Siang ini Oprah Winfrey Show
benar-benar ngasih gue inspirasi untuk tahun 2007 ini. Ada
anak cewek dari Ethiopia,
namanya Anadech, yang saat ini tinggal di USA. Si Anadech ini terlahir di
keluarga yang miskin. Suatu hari Anadech bermain di sekitar rel kereta api
dekat rumahnya dan kakinya tersangkut di rel kereta itu. Akibatnya Anadech
tertabrak kereta. Tangan kanan dan kaki kanannya harus diamputasi.
Setelah itu Anadech dibawa ke USA
oleh seorang relawan kemanusiaan untuk proses penyembuhan lebih lanjut. Anadech
kemudian ditempatkan di dalam satu keluarga disana selama proses
penyembuhannya. Ternyata kemudian keluarga tersebut jatuh cinta pada Anadech
dan mengadopsinya.
Sekarang Anadech berumur sembilan
tahun. Dia sudah mahir menggunakan kaki palsunya untuk berjalan, berlari dalam
pertandingan softball, bahkan berenang. Berenang! Can you imagine that? Gue aja
waktu seumuran dia susah banget belajar berenang. Sampai guru renang gue jadi
sedikit bete sama gue, hehehe… Sorry, MamJ
Sedangkan si cewek amazing ini
berenang dengan hanya satu tangan dan satu kaki. Ikut lomba pula. Gila! Salut
banget gue sama dia.
Anadech bilang dia ingin belajar
melakukan segala sesuatu seperti layaknya orang normal dengan anggota tubuh
lengkap. Dia tidak ingin dianggap lemah dan berbeda dari orang lain. Pemikiran
yang dewasa untuk seorang anak seumur dia.
Gue banyak belajar dari si
Anadech ini. Walau dia cuma muncul ga sampai setengah jam di TV, tapi udah
benar-benar nonjok buat gue. Gue sering banget merasa takut melakukan sesuatu.
Karena gue merasa ga sanggup lah, merasa malu dengan komentar orang, merasa
takut gagal. Padahal… ya itu deh… gue belum nyoba sama sekali tapi udah takut
duluan.
Sebenarnya segala ketakutan dan
perasaan ga mampu gue ini kan
berasal dari pikiran gue sendiri. Gue harus merubah cara berpikir gue, bahwa
gue mampu melakukan semuanya, bahwa gue ga akan ragu untuk mencoba segala hal
yang ada di muka bumi ini. Learning more new things! Doing more new things! Dan
terutama tidak takut untuk gagal. Bebasin pikiran dari segala ketakutan dan gue
bakal dapat lebih dari hidup ini. Hidup itu terlalu singkat!
Friday, December 29, 2006
Doa Mohon Kehancuran Agama
Aku menemukan sebuah puisi yang
menurutku sangat bagus untuk direnungkan bersama. Puisi ini berisi doa getir.
Sayang… tidak ada nama sang pengarang. Semoga bisa menjadi permenungan untuk
kita semua di akhir tahun 2006 ini.
Doa Mohon Kehancuran Agama (Jerman, 18.02.06)
Kepada Allah yang dipuja di label
dunia atas nama agama
Diagung-agungkan sebagai pencipta
dan pengatur semesta
Aku mohon kehancuran agama
Jika atas nama agama tidak ada
penghargaan martabat atas sesama
manusia
Jika atas nama agama, ada yang
terluka bahkan mati binasa
terinjak injak oleh bejat dan
nafsu belaka
bahkan oleh teriak para pemangku
agama
Jika salaman saja bagi yang
berbeda
menjadi sia-sia dan nista
hukumnya
Jika kedatangan sesama manusia
menjadi berjarak hanya karena
beda agama
Jika karena pantang-pantang,
persaudaraan menjadi baur
mengudara
Jika manusia telah menjadi allah
atas sesamanya
Jikapun dengan cara demikian
orang masuk surga,
maka akulah orang yang pertama
memilih masuk neraka
Sekali lagi aku mohon kehancuran
agama
Tuesday, December 26, 2006
Bip bip bip…
Bip bip bip…
Bunyi SMS masuk
Pesan kubaca
Kuterpana..
Kita putus aja ya
Cintaku berakhir di bip bip bip…
Begitu elektroniknya cinta itu
*Christie Nathalia*
26/12/2006
Ketika ‘Ku Hitam
Akankah kau mengenaliku di surga sana?
Jika semuanya tampak begitu sempurna
Begitu indah dan damai
Terang gemilang
Akankah kau mengenaliku yang hitam ini?
Penuh dengan air mata kesedihan
Amarah yang menggelegak
Iri hati yang membusuk
Akankah kau menyambutku lagi…
dengan sayap keemasanmu?
Menyelimutiku dengan kedamaian
Seperti dulu… ketika kumasih putih
dan berada dipelukanmu
Akankah kau melihatku diantara terangmu?
Ketika ku hitam
Andai iya…
Ijinkan aku menjadi bayangan darimu
Mengikutimu kemanapun
Dan aku pun kembali menjadi putih dalam terangmu
*Christie Nathalia*
26/12/2006
Thursday, December 21, 2006
SEPI YANG RAMAI
Sepi…
Kenapa ada sepi?
Mungkin karena ramai
Sepi yang ramai
Ramai yang sepi
Sepi yang datang beramai-ramai
Ramai hinggap pada sepi
Hingga sepi pun berlalu
Meninggalkan ramai…
*Christie Nathalia JS*
21/12/2006
Tuesday, December 19, 2006
PANASEA-KU
Aku ingin menikmati
Saat-saat menatap kau pergi
Menatap punggungmu
Menghirup harum tubuhmu
Untuk yang terakhir kali
Karena saat kau akan pergi..
Maka hilanglah panaseaku
Yang selalu mengobati
Malam-malam insomniaku
Sang waktu akan berjalan lambat
Mentari tak lagi ceria
Rembulan pun malu menatapku
Ijinkan aku menatapmu
Walau hanya punggungmu
Yang terekam di pelupuk mataku
Tapi harum tubuhmu…
Akan selalu ada saat hujan membasahi bumi
*Christie Nathalia JS*
19/12/2006
Tuesday, December 12, 2006
Aku Tiada
Aku benci hidupku
Aku benci menjadi hidup
Aku benci menjadi sesuatu yang ada
Aku ingin hilang
Menjadi senyap
Pekat
Tak berbayang
Tak ada
Tak hadir
Tak berbau
Mungkin dengan begitu aku bahagia?
Dengan ketiadaanku…
*Christie Nathalia*
12/12/2006
Subscribe to:
Posts (Atom)