Wednesday, November 12, 2003

In Loving Memories of Pater Albertus Setiawan Gani SJ

Selasa, 21 Maret 2003 sekitar pukul 08:30 saya mendapat sms dari ibu saya yang mengabarkan bahwa Rm. Albertus Setiawan Gani SJ, telah wafat. Saat itu saya sedang berada di Jogja. Ini sepertinya mustahil karena saya tahu Rm. Gani dalam keadaan sehat-sehat saja. Beberapa minggu sebelumnya bahkan masih ikut ziarah ke Gua Maria yang ada di Jawa Tengah bersama kelompok SADHANA St. Anna.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan Serikat Jesus Provinsi Indonesia, dituliskan bahwa pada Selasa, 21 Oktober 2003 beliau jatuh pada saat pergi ke kamar mandi dan tidak sadarkan diri. Pada pukul 08:00 Rm. A. Setiawan Gani SJ menghadap Bapanya di Surga dengan damai dan bahagia di RS St. Carolus, Jakarta. Saat ini beliau pasti telah berjumpa dengan Yesus dan Maria, hal yang sangat didambakan sepanjang hidupnya selama 67 tahun.

Lahir di Jakarta pada tanggal 17 Juni 1936 sebagai putra pertama dari pasutri Bapak Gani Gan Tiam Tek dengan Ibu Dina Rusli (Lie Giok Kie), romo yang berbintang Gemini ini mempunyai hobi berdoa, main piano/organ, dan membaca. Koleksi buku yang dimilikinya cukup banyak sehingga beliau merupakan nara sumber segala hal yang sifatnya spiritual. Selain itu beliau juga sangat senang apabila diminta untuk memberikan retret. Membina kerohanian orang lain adalah hal yang sangat dianggap penting olehnya.

Dari tahun 1998 beliau mulai bertugas di St. Anna sampai dengan bulan April 2003, dan kemudian bertugas sebagai Ekonom Kolese Hermanum, Jakarta. Di sela-sela kesibukannya di Kolese Hermanum, beliau masih menyempatkan diri sesekali datang ke St. Anna untuk membina kelompok SADHANA. Hubungan romo dengan para sadhanawan cukup dekat karena beliau membimbing mereka secara pribadi dan individual.

Selama lima tahun bertugas di St. Anna, pandangan umat terhadap beliau berbeda-beda. Ada yang menyebut Rm. Gani itu galak, ngomongnya tegas tanpa basa-basi, sehingga beberapa umat ada yang merasa sakit hati dengan beliau. Padahal jika umat mau mengenal Rm. Gani lebih dekat dan lebih dalam maka umat akan mengetahui bahwa sebenarnya beliau tidak galak, malah ramah dan suka melucu juga.

Di mata pada sadhanawan, Rm. Gani adalah romo yang sangat disiplin dan konsisten. Beliau tidak sekedar berkotbah saja tanpa melakukan, tapi setiap lakunya mencerminkan apa yang dikatakannya. Polos dan lugu karena selalu berpikir positif yang menyebabkan beliau gampang ditipu dan dipermainkan. Tapi dengan tenangnya Rm. Gani hanya berkata, “Saya memang bisa ditipu, tapi Tuhan tidak bisa ditipu.”

Beliau juga tidak suka apabila diberi hadiah yang mahal-mahal karena beliau menghindari segala hal yang sifatnya berlebihan. Pernah ada seorang ibu yang memberikan beberapa helai baju baru pada beliau, tapi karena beliau tidak merasa membutuhkannya, baju tersebut kemudian diberikan pada para frater. Sifat rendah hati dan sederhananya ini juga terlihat dari kesenangannya mengendarai motor dan sepeda daripada naik mobil, sesuatu hal yang jarang kita temui pada romo-romo lain di Jakarta.

Rm. Albertus Setiawan Gani SJ, kepergianmu terasa begitu cepat. Kami semua di sini akan sangat merindukanmu. Terima kasih atas teladan yang telah engkau berikan pada kami, “Ad Maiorem Dei Gloriam: Semua Hanya Untuk KemulianNya.”

“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14:8)

No comments: