Monday, November 10, 2003

ONE LOVE, ONE SPIRIT, ONE GOD

Toleransi antar umat beragama adalah kalimat yang selalu diulang-ulang di pelajaran PMP atau PPKN. Ngucapinnya sih gampang, tapi prakteknya susah. Padahal kalimat ini dari SD sampai SMU selalu diulangi lagi. Hasilnya, masih tetap saja ada konflik antar umat beragama. Lalu salahnya di siapa? Guru atau muridnya?

Menurut saya sih tergantung dari iman yang dimiliki. Setiap orang punya hak asasi bebas memilih agama. Tapi agama saja tidak cukup untuk membuat orang jadi mengerti apa arti toleransi sesungguhnya. Yang dibutuhkan adalah iman yang menjadi dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1).

Kenapa? Karena biasanya kita suka menganggap agama kita lebih hebat dari agama lain, agama yang membawa ke jalan keselamatan, jaminan untuk masuk surga, dll. Lalu kita mulai membeda-bedakan agama kita dengan agama lain. Kita jadi lebih bisa mengasihi dan toleran dengan orang-orang yang seagama dengan kita.

Agama boleh beda, tapi iman harus tetap satu. Kita kan diciptakan oleh Allah yang satu. Tidak ada Allah lain bagi kita. Iman membuat kita percaya akan Allah. Iman pulalah yang membuat kita bisa merasakan kasih Allah di dalam hidup kita. Oleh karena itu toleransi akan terwujud apabila ada kasih Allah di dalam hidup kita..

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seseorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yohanes 4:19-20).

No comments: