Tuesday, December 02, 2003

LETTER TO A FRIEND

Jakarta, 1 Desember 2003

Temanku, Tuhan itu baek banget yah. Dia tahu banget bagaimana membentuk aku sehingga semakin serupa denganNya. Untuk dekat denganNya, kita tidak harus menjadi sempurna dulu. Tidak harus menjadi suci dulu untuk dapat mengenalNya. Justru dengan ketidaksempurnaan kita, tangan-tangan Tuhan akan menghasilkan karya yang besar dan indah.

Coba bayangkan kalau kamu dilahirkan dalam keadaan sempurna, ganteng/cantik, atletis/langsing, kaya, bahagia, bijaksana, jenius, dll. Pasti kamu tidak akan merasakan bagaimana senangnya mendapat pujian karena kamu sudah terbiasa menerimanya. Bagaimana senangnya mendapat gaji pertama hasil kerja kerasmu tidak akan kau rasakan apabila kau kaya raya. Berjalan bersama orang yang kau sayangi akan terasa hambar karena dengan kesempurnaanmu, kau bisa memilih dengan siapa saja kau akan berjalan bersama. Kau tidak akan membutuhkan nasehat dari siapa pun karena kau sudah terlahir bijaksana, sehingga kehilangan kedekatan jiwa dengan orang-orang yang menjadi sahabatmu. Dan terlebih kau tidak akan merasakan betapa manisnya kasih Tuhan karna kau merasa bisa mengatasi segala persoalan.

Ketidaksempurnaan yang ada pada kita adalah karena Tuhan begitu baik dengan kita. Segala kesusahan dan kebahagian yang diberikanNya adalah untuk membentuk kita sesuai dengan rencanaNya. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Bagaimana pun buruknya kita di mata dunia, Dia memandang jauh di kedalaman hati kita. Dia tahu kita membutuhkan sentuhan kasihNya. Walaupun kita terkadang memungkiriNya, Dia tetap berjalan di samping kita. Dia tidak berjalan di depan atau di belakang kita, tapi Dia berjalan di samping kita. Karena dengan begitu Dia bisa menggenggam tangan kita.

Aku juga bukan manusia sempurna. Terkadang aku terjatuh ke dalam lobang yang sama, tapi Yesus dengan kasihNya ikut masuk ke dalam lobang itu dan membantuku untuk naik ke atas. Berkali-kali aku memohon ampun padaNya, dan berkali-kali pula Yesus mengampuni semua dosa-dosaku.
Aku juga bersyukur atas segala rasa sedih dan perih yang kurasakan, karena itu semakin membuatku dekat dengan Yesus. Membuatku kembali ke hadiratNya dan berdoa mencari tahu apa maksud dari semua kejadian yang boleh kualami ini.

Temanku, sebentar lagi Natal. Kamu akan pulang ke Jakarta, kan? Aku pengen pergi ke gereja bersamamu. Mungkin kita bisa mengaku dosa bersama-sama sebelum Natal. Yah, benar. Aku ingin kita bersama-sama menyiapkan hati untuk Yesus.
Sampai ketemu di Jakarta….

With love,

Lia

No comments: