Tak kusadari telah sampai pada ujung hidup
Kutengok belakang, melihat masa yang tlah lampau
Perasaan yang bercampur-aduk
Bayangan orang silih berganti
Semuanya membaur penuh aneka warna
Kuingat kembali tiap perasaan pada tiap orang
Mereka yang melintas di jalan kehidupanku
Ada yang meninggalkan jejak kakinya
Ada yang hanya bayangan tubuhnya
Ada pula yang aromanya wangi maupun busuk
Namun, ada seorang lelaki yang tak juga hilang
Jejaknya, bayangannya, maupun aroma tubuhnya
Pada dialah jiwaku menitipkan asa dan cinta
Hati boleh mencintai banyak orang
Tapi jiwa hanya akan memilih satu pasangan
Pada suatu siang
Dimana matahari menampakkan emosinya yang garang
Jiwaku dan jiwanya melebur menjadi satu
Dan di ujung hidup ini
Lelaki itu kembali hadir
Dia… dan hanya dia…
Bintangku….
Jakarta, Mei 2004
No comments:
Post a Comment