Sabtu malam (17 April) di pelataran parkir Kapel St. Yoakhim ada lampion-lampion, kursi, dan sekelompok orang menyanyi diiringi musik. Ada apa, nich? Kafe Gaul Mudika Santa Anna pindah ke sana? Bukan. Malam itu adalah puncak dari PEMILU Ketua Mudika Stasi Yoakhim 2004-2006, yaitu pembacaan surat suara.
Pemilu ini cukup unik lho. Calon-calon kandidatnya diajukan oleh para mudika dengan menuliskan nama calonnya di papan pengumuman di depan kapel. Pencoblosan nama para kandidat dilakukan pada tanggal 10-11 April (selama misa Paskah) . Uniknya lagi setiap Mudika dikasih amplop yang berisi kertas dengan foto 7 kandidat dan tusuk gigi untuk nyoblos! Gak pernah kepikir kan nyoblos pake tusuk gigi.
Mudika Stasi Yoakhim yang terdiri dari lima wilayah (Malaka Jaya, Malaka Sari 1 dan 2, Pondok Kopi 1 dan 2) cukup terwakili oleh tujuh kandidat. Mereka adalah Sigit Triyono (Pondok Kopi 1), Danang (Malaka Sari 2), Andreas Wibisono (Malaka Jaya), Sigit Hartono (Malaka Jaya), Gracia (Pondok Kopi 1), Eni (Malaka Jaya), dan Jefry (Malaka Jaya). Jumlah mudika yang tercatat di Stasi Yoakhim adalah 470 orang. Yang menggunakan hak suaranya untuk memilih ada 408 mudika. Kita bisa lihat bahwa partisipasi mudika disini cukup tinggi dan jumlah kandidatnya lebih banyak daripada Pemilu Ketua Mudika Paroki 2002 yang cuma empat orang.
Pengurus Mudika Paroki sendiri sangat antusias dengan pemilu ini. “Saya cukup antusias melihat dari antusiame mereka, cara pemilihannya, dan cara mereka mengimplementasikan dan melaksanakan pemilu ini. Dari sini kita bisa belajar untuk Pemilu Ketua Mudika Paroki yang akan diadakan pada bulan Juli 2004,” kata Benny, Kabid. Organisasi.
Beny Pandu dari Seksi Kepemudaan pun cukup surprise dengan pemilu ini, yang menurutnya termasuk rekor untuk tingkat partisipasi mudika yang ikut memilih. Oleh karena itu ketua mudika stasi yang baru nanti sangat legitimate, dan kepercayaan dari 408 orang ini harus dimanfaatin oleh 7 kandidat, bukan hanya oleh satu orang saja. Ada tiga hal yang membuat pemilu ini berhasil, yaitu adanya dukungan dari orang tua, senior yang mau turun tangan, dan tingkat partisipasi mudika. “Menurut gue, sejak aktif di Mudika dari tahun 1998, ini adalah Pemilu Mudika yang paling bagus,’’ kata Beny.
Sebagai ketua baru akhirnya terpilih Danang dengan jumlah suara 121 dari 408 surat suara. “Perasaan gue stress juga nich. Karena ini awal baru, harus mulai dari awal lagi. Dan waktu yang diberikan bagi gue singkat karena kayaknya gue cuma bisa sampai tahun 2005 aja,” kata Danang. Untuk mengantisipasi hal ini, Danang kemudian langsung memilih Wakil, Sekretaris, dan Bendahara. Sehingga nantinya tugas yang ada dapat dikerjakan secara teamwork, dan tidak bertumpu pada satu orang saja. Maju terus Danang!
1 comment:
kalo boleh dralat dikit,,,
mas sigit triono dari pondok kopi 2
namanya pun yang bener adalah agustinus sigit triono,,
makasih,,
jlu
Post a Comment